Beranda Unik 10 Penemu Yang Tewas Oleh Temuannya Sendiri

10 Penemu Yang Tewas Oleh Temuannya Sendiri

85

Penemu.co – Sejarah perkembangan peradaban manusia tidak terlepas dari perkembangan teknologi dari waktu ke waktu. Teknologi berkembang pesat karena didorong oleh banyaknya penemuan teknologi baru yang memudahkan hidup manusia. Sudah tidak terhitung banyaknya penemuan-penemuan baru yang ditemukan oleh manusia.

Namun tidak semua penemuan tersebut bisa berjalan dengan sukses. Terkadang ada resiko yang harus ditanggung oleh mereka yang sedang mengembangkan penemuan baru. Dalam hal ini banyak penemu menguji karya atau penemuan mereka sebelum digunakan oleh masyarakat. Selama masa uji coba, tidak sedikit orang yang terbunuh akibat penemuannya sendiri. Berikut ini kami rangkum daftar penemu yang tewas akibat penemuannya sendiri.

1. Francis E. Stanley

Francis E. Stanley menemukan mobil bertenaga uap pada tahun 1897 bersama dengan saudara kembarnya Freelan O. Stanley. Mesin uapnya menggunakan desain dari George Eli Whitney. Pada tahun 1898, Stanley diundang ke pameran mobil pertama di Boston, mobil temuan Stanley kemudian diuji coba kecepatannya dan kemampuannya dalam mendaki perbukitan. Mobil ciptaannya mencatat rekor kecepatan 27 mil per jam. Francis Stanley dan Freenlan Stanley kemudian mendirikan Stanley Motor Carriage Company.

Di tahun 1906, mobil temuan mereka berdua kemudian berhasil memecahkan rekor dunia dengan kecepatan 127 mil per jam (205 kpj) hanya dalam 28,2 detik. Kemudian, pada tanggal 31 Juli 1918, Francis menabrak tumpukan kayu saat mengemudikan Mobil Stanley Steamer ciptaanya dan tewas seketika. Sepeninggal Francis Stanley, Perusahaan Stanley kemudian harus tutup karena popularitas mesin gas dan listrik.

2. Franz Reichelt

Franz Reichelt berprofesi sebagai seorang penjahit, Ia menghabiskan waktu luangnya dengan merancang dan mengembangkan desain parasut terbang yang terinspirasi dari model pesawat terbang. Setelah percobaaan terbang menggunakan parasutnya sukses dengan berbagai manekin/patung, akhirnya Franz Reichelt mencobanya sendiri.

Beberapa temannya sudah membujuknya untuk membatalkan percobaannya tersebut dikarenakan faktor kecepatan angin dan faktor lainnya, namun Franz bergeming. Ia mengatakan bahwa :

…Saya ingin mencoba temuan saya sendiri dan tanpa tipu daya, karena saya bermaksud membuktikan hasil dari penemuan saya

Setelah mengantongi izin dari pihak berwenang Prancis, Franz Reichelt kemudian melompat dari Menara Eiffel dengan menggunakan parasut buatannya sendiri. Namun, takdir memutuskan nasib buruk bagi Franz. Saat dia melompat dari menara Eifel setinggi 187 kaki dengan setelan parasut, Ia langsung tewas saat menabrak tanah yang membeku. Surat kabar Perancis menggambarkan parasut temuan Franz hanya sedikit lebih tebal daripada pakaian biasa dan menyerupai semacam jubah yang dilengkapi dengan tudung sutera yang luas.

3. Henry Smolinski

Henry Smolinski dikenal sebagai seorang insinyur yang berpengalaman. Ia kemudian memulai sebuah perusahaan yang membuat mobil dapat terbang. Henry bersama rekannya Hal Blake menciptakan desain yang unik dengan menggabungkan mobil dan pesawat. Ia mengambil desain sayap pesawat Cessna 337 dan memasangnya ke mobil Ford Pinto. Mobil ini dikenal dengan nama AVE Mizar. Pada tahun 1971 melalui perusahaannya yang bernama Advanced Vehicle Engineers, sebuah prototipe dari mobil terbang berhasil dibuat. Hasil temuannya dapat dikendarai sebagai mobil di darat atau pesawat terbang di udara.

BACA :  Siapa Penemu Magnet Pertama Kali? Berikut Sejarahnya

Pada awal 1973, AVE Mizar ciptaan Henry dan Blake menjadi sensasi otomotif baru. Meskipun mereka mengalami kegagalan mesin saat percobaan pertama, akhirnya mereka berhasil mengemudikannya. Pada tahun 1973, Henry Smolinski dan Hal Blake melakukan uji coba rutin pada mobil terbang ciptaannya. Mereka kemudian menemukan ada masalah dengan sayap pesawat saat tengah berada di udara.

Sayap pesawat Cessna kemudian terlepas dari mobil yang mereka kendarai. Mobil mereka kemudian meluncur kebawah dan menabrak puncak pohon dan kemudian menghantam sebuah truk pickup sebelum terbakar ujar seorang saksi mata. Henry Smolinski dan Hal Blake tewas seketika di tempat kejadian.

4. Marie Curie

Marie Curie dikenal sebagai seorang fisikawan dan kimiawan kelahiran Polandia. Ia adalah salah satu ilmuwan paling terkenal pada masanya. Ia juga adalah ilmuwan pertama yang mendapatkan Hadiah Nobel sebanyak dua kali. Bersama dengan suaminya Pierre, MArie Curie dianugerahi hadiah Nobel pada tahun 1903 mengenai penemuannya di bidang Radioaktif, dan kemudian pada tahun 1911 di bidang Kimia.

Menurut BBC, Maria Curie bersama suaminya menghabiskan waktunya di laboratorium menyelidiki fenomena radioaktivitas. Pada bulan Juli 1898, mereka menemukan unsur kimia baru yang disebut polonium. Pada akhir tahun 1898, mereka berdua menemukan unsur Radium yang paling populer. Setelah kematian Pierre karena kecelakaan di jalan pada tahun 1906, Marie Curie mengambil alih jabatan suaminya sebagai pengajar di Sorbone, Paris Perancis. yang membuatnya menjadi wanita pertama yang mengajar disana.

Penelitiannya dalam bidang radioaktifitas memiliki peran penting dalam pengembangan sinar-x saat operasi. Karena pekerjaannya yang terlibat langsung dengan bahan radioaktif yang sangat kuat, kesehatan Marie Curie menurun. Dia terkena leukemia disebabkan akibat paparan radioaktif dan meninggal pada tanggal 4 Juli 1934.

5. Otto Lilienthal

Pengorbanan harus dilakukan..!! Inilah kata-kata terakhir dari Otto Lilienthal sebelum tewas akibat percobaan terbang ke udara menggunakan glider. Otto disebut-sebut sebagai raja Glider, Ia merupakan pelopor penerbangan manusia pertama ke udara. Insinyur Jerman itu dianggap orang pertama yang meluncur ke udara dan kemudian terbang, dan mendarat dengan selamat melalui pesawat terbangnya rancangannya.

Otto juga yang menginspirasi Wright bersaudara dalam merancang pesawat terbang pertama di dunia. Model Peralatan terbang pertamanya siap terbang pada tahun 1891. Sebelum kematiannya pada tahun 1896, Otto telah membuat 18 model peralatan terbang. Dia juga telah melakukan lebih dari 2000 penerbangan glider. Banyak koran dan majalah menerbitkan foto Otto Lilienthal sedang meluncur ke udara dan mengesankan kesan publik. Dengan demikian, pendapat ilmiah tentang orang dapat terbang ke udara itu mulai berkembang di era tersebut di mana ketika itu manusia terbang di udara dianggap tidak ilmiah.

BACA :  Siapa Penemu Magnet Pertama Kali? Berikut Sejarahnya

Glider atau peralatan terbang buatan Otto Lilienthal memiliki satu kesalahan besar. Pilot tidak bisa mengendalikan penerbangan ketika terbang di udara sebab dibutuhkan tenaga yang cukup besar untuk menggerakkan glider tersebut untuk mengubah arah ketika terbang.

Saat melakukan percobaan terbang pada tanggal 9 Agustus 1896, Lilienthal jatuh pada ketinggian 17 meter, mengakibatkan tulang punggungnya patah. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit dan meninggal kesokan harinya. Meskipun desain penerbangan milik Otto Lilienthal masih memiliki kekurangan namun ia menjadi inspirasi dalam di dunia penerbangan.

6. Thomas Midgley

Kematian penemu ini sangat mengejutkan. Thomas Midgley dikenal sebagai seorang ahli kimia Amerika yang terkenal dengan dua penemuannya yakni Tetraethyl Lead dan Dichlorodifluoromethane (sejenis fluorokarbon yang dikomersialisasikan dengan nama dagang Freon-12).

Pada tahun 1930, Midgley menemukan gas pendingin yang tidak berbau, tidak beracun, dan tidak mudah terbakar yang dapat digunakan untuk kulkas perumahan dan serta sebagai pendingin udara yang disebut dichlorodifluoromethane, yang segera diproduksi secara massal dan diperdagangkan dengan nama Freon-12 oleh Kinetic Chemicals, Inc. Thomas Midgley banyak dikecam akibat penemuannya ini sebab freon diketahui sebagai pemicu menipisnya lapisan ozon di bumi.

Thomas Midgley akhirnya keracunan polio dan timbal dan kemudian lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat tidur. Ia kemudian butuh bantuan untuk bangkit dari tempat tidur. Hal ini mendorongnya untuk merancang sistem katrol dan tali yang rumit untuk membuatnya dapat bergerak. Pada usia 55 tahun, Thomas Midgley ditemukan meninggal dunia akibat tercekik oleh salah satu katrolnya buatannya.

7. Jean Francois Pilatre de Rozier

Jean Francois Pilatre de Rozier adalah orang pertama yang naik balon udara bersama dengan Marquis d’Arlandes. Meski ia belajar farmasi di Paris, ia tertarik pada bidang kimia dan fisika eksperimental. Dia adalah orang di balik pembuatan alat pernapasan yang mirip dengan peralatan selam yang membantu pekerja dapat bekerja di lingkungan yang berbahaya.

Jean Francois Pilatre de Rozier mengajukan diri untuk naik balon udara panas bersama Marquis. Jean Francois Pilatre de Rozier merasa iri pada Jean-Pierre Blanchard, orang pertama yang melintasi Selat Inggris bersama Dr. John Sheldon pada tanggal 26 Juli 1784. Jean Francois Pilatre de Rozier kemudian merancang balon udara panas dan ia kemudian mencoba menyebrangi selat inggris dengan balon panas ciptaannya. Namun pada tanggal 15 Juni 1785, kejadiaan naas menimpanya, Balon udara panasnya meledak dan menyebabkan kebakaran sehingga membuat Jean Francois Pilatre de Rozier meninggal saat ia jatuh ke bumi.

BACA :  Siapa Penemu Magnet Pertama Kali? Berikut Sejarahnya
8. William Bullock

William Bullock yang berasal dari Amerika melakukan pengembangan pada mesin percetakan milik Richard March Hoe pada tahun 1863. Mesin cetak temuannya menjadi populer karena kecepatan dan efisiensinya. Sehingga hal ini kemudian bisa merevolusi industri percetakan ketika itu.

Perusahaan surat kabar dan majalah bisa mencetak hingga 12.000 lembar per jam, yang kemudian meningkat menjadi 30.000 lembar per jam menggunakan mesin cetak buatan William Bullock. Pada tanggal 2 April 1867 Ketika sedang memperbaiki mesin cetaknya untuk perusahaan surat kabar Public Ledger Philadelphia, kaki kanan William Bullock terjepit hingga masuk ke mesin sehingga membuat salah satu kakinya hancur Setelah beberapa hari, pada 12 April 1867, Bullock meninggal dalam operasi pengampunan kakinya.

9. Alexander Bogdanov

Alexander Bogdanov dikenal sangat menyukai beberapa disiplin ilmu seperti kedokteran, ekonomi, politik, dan filsafat. Ia diperkirakan telah menerbitkan karya sendiri hampir dua ratus jilid, termasuk novel fiksi ilmiah “Red Star” dan sekuelnya “Engineer Menni.”

Tahun 1912, Alexander Bogdanov memperkenalkan sebuah metodologi yang disebut Tektology, Dia mulai bereksperimen dengan transfusi darah di tahun 1920an dengan tujuan bisa menjadi awet muda. Dia bahkan membujuk Stalin untuk membuat Institute of Blood Transfusion.

Setelah 11 kali melakukan transfusi darah, Bogdanov mengatakan bahwa ia memiliki penglihatan yang lebih baik dan botaknya menjadi berkurang. Namun sayang, pada usia 54, Alexander Bogdanov tidak sengaja melakukan transfusi dari dari penderita malaria dan TBC. Setelah transfusi darah, tubuhnya mulai merasakan lemas dengan cepat dan pada tanggal 7 April 1928, Bogdanov mengalami kegagalan jantung dan akhirnya meninggal.

10. Thomas Andrew

Thomas Andrews dikenal sebagai arsitek atau perancang kapal terkenal yakni Titanic. Ia adalah seorang pengusaha dan pembuat kapal asal Irlandia.  Pada tanggal 14 April 1912, pukul 11.40 WIB, saat ia berlayar bersama kapal buatannya yakni Titanic tiba-tiba kapal tersebut menabrak gunung es, dia kemudian memberitahu Kapten Kapal yaitu Kapten Smith bahwa evakuasi penumpang hanya memiliki waktu satu jam sampai satu setengah jam sebelum Titanic tenggelam ke dasar laut.

Thomas Andrew kemudian memerintahkan kepada para anak buah kapal untuk mengevakuasi penumpang sebanyak mungkin. Beberapa orang yang selamat ketika Titanic tenggelam mengatakan mereka menyaksikan Thomas Andrews ada di dek kapal membagikan jaket pelampung dan membimbing para penumpang terutama wanita dan anak-anak naik ke sekoci. Thomas tetap berada di kapal hingga kapal akhirnya karam ke dasar laut. Jasad Thomas Andrews tidak pernah ditemukan. Atas upayanya, Thomas Andrews dianggap sebagai pahlawan, yang mengorbankan hidupnya untuk orang lain.

 

BERBAGI