Penemu Proyektor Hitam – Thomas Alva Edison

Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai penemu proyektor film yaitu Thomas Alva Edison. Thomas Alva Edison merupakan pria berkebangsaan Amerika Serikat, yang lahir pada 11 Februari 1847 di Milan, O’hio. Thomas berhasil menemukan proyektor film pada tahun 1893. Sebelum membahas lebih jauh tentang penemuan proyektor film, kita akan membahas sedikit tentang perjalanan hidup Thomas.

Pada tahun 1854, keluarga Thomas pindah ke Port Huron, Michigan. Ibu Thomas bekerja sebagai guru, Thomas di ajar ibunya sendiri dirumah. Hal tersebut dilakukan karena Thomas di anggap sebagai siswa yang tertinggal dan tidak berbakat, sehingga gurunya memperingatkan Thomas kecil, bila ia tidak dapat belajar di sekolah, ibunya berikeras bahwa Thomas Alva Edison merupakan anak yang berbakat dan kemudian ibunya bertekad untuk mengajar thomas Alva Edison di rumah. Meskipun hanya belajar di rumah, Thomas kecil sudah menunjukkan keingintahuan dalam segala hal dan berantusias untuk mencoba segala hal.

Penemu Piringan Hitam - Thomas Alva Edison

Saat Thomas Alva Edison berusia sebelas tahun, ia telah membuat sebuah laboratorium kimia sederhana yang dibangun di ruang bawah tanah dirumah ayahnya. Setahun kemudian Thomas kecil telah berhasil membuat sebuah telegraf yang masih primitive, namun masih dapat digunakan. Di usia dua belas tahun, Thomas bekerja sebagai penjual Koran dan permen di atas kereta api untuk mengumpulkan uang yang digunakan untuk membiayai semua percobaan yang ia lakukan. Selain berjualan di atas kereta, untuk dapat memaksimalkan waktu senggangnya, ia meminta ijin perusahaan kereta api untuk membuat sebuah laboratorium kecil di salah satu gerbong kereta api, yang akan Thomas gunakan untuk melakukan percobaan serta membaca literature ketika ia sedang tidak berjualan.

BACA :  Penemu Mesin cetak - Johannes Gutenberg

Pada tahun 1868 Thomas Alva Edison mendapatkan pekerjaan sebagai operator telegraf di Boston, waktu luangnya digunakan untuk melakukan percobaan teknik dan akhirnya berhasil menemukan intercom elektrik. Thomas memperoleh hak paten pertama untuk alat electric vote recorder, namun tidak ada yang etrtarik untuk membeli alat tersebut. Pada tahun 1877 Thomas telah menemukan phonograph, ia menyadari sumber cahaya semacam itu sangatlah penting bagi kehidupan manusia. Thomas mencurahkan segala pikiran, waktu dan tenaga serta menghabiskan uangnya sebesar 40.000 dolar dalam dua tahun untuk melakukan percobaan membuat lampu pijar.

Thomas Alva Edison telah berhasil menemukan proyektor untuk film-film kecil pada tahun 1879. Di tahun 1882 ia telah memasang lampu-lampu listrik di jalan-jalan serta rumah-rumah dengan jarak sejauh 1 km di kota New York, hal tersebut merupakan pertama kalinya terjadi di dunia, lampu listrik dipakai di jalan-jalan. Pada tahun 1890 Thomas mendirikan sebuah perusahaan General Electric. Thomas Alva Edison juga dikenal sebagai penemu dari lampu pijar.

Thomas berjasa dalam bidang perfilman, karena ia telah menggabungkan film fotografi yang telah dikembangkan oleh George Eastman menjadi industry film yang telah menghaslkan jutaan dolar seperti yang telah ada sekarang ini. Thomas membuat Black Maria, yaitu suatu studio film bergerak yang di bangun pada ajlur yang berputar.

Thomas Alva Edison meninggal pada 18 Oktober 1931 di usia 84 tahun. Pada hari pemakamannya, seluruh warga Amerika mematikan lampu selama satu menit untuk memberikan penghormatan yang terakhir kali untuk Thomas. Sejarah Ilmu Pengetahuan telah mencatat bila Thomas merupakan salah satu penemu terbesar di dunia dengan penemuan berjumlah 3000 penemuan. Thomas menerima penghargaan berupa medali emas khusus dari Kongres Amerika Serikat.

BACA :  Penemu Kulkas (Lemari Es) - William Cullen

Demikian penjelasan tentang sejarah penemu proyektor film yaitu Thomas Alva Edison. Semoga ia dapat menginspirasi kita untuk terus berusaha tanpa menyerah, meskipun kita di pandang sebelah mata oleh orang lain. Karena hanya hasil dari kerja keraslah yang dapat menjawab semua ejekan dan pandangan buruk orang lain terhadap kita.