Penemu Sinar Rontgen (X-ray) – Wilhelm Conrad Rontgen

Sinar rontgen atau sinar X merupakan sebuah teknologi yang banyak dikenal dan digunakan dalam dunia medis atau dunia kedokteran. Alat Rontgen atau Sinar X-ray banyak difungsikan sebagai alat diagnosis atau dalam bahasa medis disebut sebagai photo Rontgen. Dengan alat ini, penyaki-penyakit seperti patah tulang dapat dideteksi dengan mudah. Kebanyakan alat ini digunakan untuk mengetahui bagian dalam tubuh manusia seperti paru-paru.. Kali ini kita akan membahas tentang penemu sinar rontgen – Wilhelm Conrad Rontgen. Wilhelm Conrad Rontgen merupakan seorang ahli fisika yang lahir di Lenep, Jerman, pada tahun 1845.

Rontgen merupakan anak yang cerdas, di usia 24 tahun, ia telah mendapat gelar doktor dari Universitas Zurich. Rontgen berhasil menemukan sinar rontgen pada tahun 1895, saat melakukan eksperimen dengan menggunakan sinar katoda. Ketika ia sedang melakukan penelitian, ia melihat sinar fluoresensi muncul dari krostal barium platinosianida dalam tabung Crookes- Hittorf.
Setelah tabung tersebut di tutup dengan karton hitam dan memasang elektroda pada lembaran ruhmkorff untuk dapat menghasilkan muatan elektrostatis, lalu ia menggelapkan ruangan tersebut untuk menguji transparasi karton hitam tersebut. Saat lembaran ruhmkorff melewati tabungnya, ia melihat bila karton tersebut tidak sesuai dan ia menyadari adanya cahaya lemah dari tabung tersebut. Setelah melakukan beberapa kali percobaan, ia menemukan bila cahaya tersebut berasal dari barium platinocyde yang akan digunakan selanjutnya.

BACA :  Penemu Elektromagnet - William Sturgeon

Setelah berminggu-minggu melakukan percobaan, ia berhasil mengambil foto tangan sang istri dengan menggunakan sinar X. setelah dilakukan penyempurnaan, maka ia mematenkan penemuannya tersebut dan mulai dipublikasikan, Rontgen mendapatkan penghargaan nobel pada tahun 1901. Penemuan sinar tersebut sangat bermanfaat bagi dunia kedokteran, karena sinar X dapat digunakan untuk memeriksa bagian tubuh manusia.

Rontgen terus melakukan penelitian, hingga akhirnya menemukan sifat dari sinar Rontgen yaitu sifat fisika dan kimianya, namun ada sifat biologi yang tidak diketahui oleh Rontgen yaitu dapat merusak sel yang hidup di dalam tubuh manusia. Surat kabar malam di London mengatakan bila sinar tersebut tidak sopan, karena dapat melihat bagian tubuh orang lain sehingga seperti menelanjangi orang lain.
Pada satu dasawarsa, banyak pionir yang menggunakan sinar Rontgen menjadi korbannya, kelainan tersebut dapat membuat kulit menjadi hitam dan rambut rontok, bila diterus disinari maka dapat menimbulkan tumor kulit atau tumor ganas. Selama dasawarsa barulah diketahui bila puluhan ahli radiologi telah menjadi korban sinar tersebut. Setelah diketahui bila sinar Rontgen dapat merusak sel, pada kongres Internasional Radiologi di Kopenhage, pada tahun 1953 telah membentuk The International Committee on Radiation Protection yang menetapkan beberapa peraturan dalam proteksi radiasi, sehingga tidak akan membahayakan kesehatan saat menggunakan sinar Rontgen.

Peraturan tersebut berisi tentang menjauhkan diri dari sumber sinar, bila mengharuskan berdekatan harus menggunakan sarung tangan, rok, jas, berlapis timah hitam, mengadakan pengecekan secara berkala dengan menggunakan film-badge dan lain sebagainya. Rontgen meninggal pada 10 Februari 1923, karena penyakit karsinoma usus, namun penyakit tersebut bukan disebabkan karena pemaparan radiasi sinar X, karena ia selalu menggunakan pelindung saat melakukan eksperimen.

BACA :  Penemu Sel - Robert Hooke