Beranda Makanan dan Minuman Siapa Penemu Teh? Dan Bagaimana Teh Ditemukan?

Siapa Penemu Teh? Dan Bagaimana Teh Ditemukan?

36

Penemu.co – Teh merupakan salah satu jenis minuman yang paling banyak di minum oleh orang-orang di seluruh dunia. Teh memiliki banyak jenis.

Orang-orang minum teh di seluruh dunia, karena ini adalah minuman yang paling disukai bagi banyak orang. Teh berasal dari seluruh bagian tanaman kamelia sinensis. Ada beberapa jenis camellia sinensis, kebanyakan tumbuh di daerah tropis, namun beberapa jenis dapat tumbuh di iklim yang lebih dingin seperti Amerika Serikat dan Inggris.

Bagaimana Teh Di Temukan??
Mengenai sejarah dari minuman Teh, Daun Teh pertama kali ditemukan oleh orang China lebih dari 4000 tahun yang lalu. Penemu teh adalah kaisar China bernama Shen nong.

Kaisar biasa meminum air matang untuk memastikannya bersih, pada tahun 2737 SM secara tidak sengaja daun teh jatuh ke air matang Kaisar, dan Kaisar menyukainya, dan itulah awal teh, atau teh hitam. .

Teh diminum sebagai minuman menyegarkan yang dideskripsikan untuk alasan medis. Sampai abad ketiga SM itu menjadi kebiasaan sehari-hari.

Menelusuri fakta sebenarnya dari siapa penemu teh memang sangat sulit. Banyak pendapat yang meyakini bahwa teh berasal dari wilayah China dibagian barat daya, Pegunungan Tibet dan wilayah India bagian Utara.

Banyak orang-orang dari China melakukan perjalanan untuk berdagang dan menemui banyak orang yang menggunakan daun teh sebagai bentuk pengobatan.

BACA :  Penemu Coca Cola - John S. Pemberton

Sebelum era dinasti Tang (618-907), konsumsi daun teh sudah sangat banyak membuat pemerintah setempat kemudian memberlakukan pajak untuk daun teh, hingga kemudian minuman teh dikenal sebagai minuman nasional di China.

Kemudian pada masa dinasti Tang, seorang biksu bernama Lu Yu kemudian menyusun sebuah buku bernama Ch’a Ching atau dikenal dengan nama¬†Classic Of Tea.

Dalam bukunya, Lu Yu menulis berbagai macam jenis teh, kegunaan, cara penyajian serta manfaat meminumnya. Dalam bukunya juga menjelaskan tentang makna spiritualitas, ia juga menjelaskan mengenai upacara minum teh. Pada zaman dinasti Sung, ada banyak referensi mengenai daun teh. Zaman Dinasti Sung juga dikenal sebagai zaman keemasan teh.

Penyebaran Teh dari China, Jepang Hingga Ke Eropa
Pada awal abad ke 9, seorang biksu Jepang bernama Saicho kemudian mengenalkan daun teh di negaranya. Biksu Saicho mengenal daun Teh selama belajar di China, ia kemudian membawa benih dauh teh dan ditanam di vihara tempat ia tinggal.

Seiring berjalannya waktu, para biksu-biksu lain kemudian mulai mengikutinya dan dengan cepat muncul kebun-kebun teh di biara-biara terpencil di Jepang. Namun karena terisolasi, popularitas dari teh masih sangat rendah hingga abad 13.

Sebelum dinasti Ming berkuasa di China, penyajian teh sudah menggunakan keseluruhan daun teh dengan cara dauh teh dikeringkan kemudian digulung dan dipanaskan dengan wajan besi untuk menghentikan proses oksidasi.

BACA :  Penemu Es Krim dan Sejarahnya

Seorang biksu dari China kemudian membawa daun teh dan melakukan perjalanan ke Jepang. Tak lama kemudian, seorang pedagang teh di Kyoto dengan nama Soen Nagatani menemukan sebuah metode baru pengolahan daun teh hijau pada abad ke 18. Proses ini dlikenal dengan nama Sencha yang kemudian menjadi andalan dalam budaya teh di Jepang.

Para pedagang, misionaris dan penjelajah Eropa yang bepergian ke wilayah timur Asia kemudian mulai mengenal teh dari China dan Jepang. Marco Polo, seorang penjelajah Eropa menyinggung soal teh dalam perjalanannya ke wilayah Timur Asia.

Teh tidak terlalu populer di Eropa hingga abad ke 17. Seorang misionaris portugis membawa teh ke Eropa namun tidak memperdagangkan secara serius. Hingga kemudian seorang pedagang Belanda secara serius mulai meperdagangkan teh tersebut pada tahun 1610.

Di tahun itu juga, pengiriman teh dari jepang ke Eropa tiba dengan kapal Dutch East India Company. Teh juga kemudian mulai tersebar di Rusia dari China melalui jalan Sutera yang terkenal.

Teh kemudian mencapai popularitasnya dan dengan cepat menyebar di kota-kota seperti Amsterdam, Paris dan London. Meskipun begitu konsumsi teh sangat terbatas dikalangan Bangsawan dan Kerajaan.

Meskipiun begitu tidak butuh waktu lama bagi teh menjadi minuman populer di kawasan Eropa. Teh mulai dikenal di Amerika ketika ia dibawah oleh Dutch Peter Stuyvesant pada tahun 1650 yang kala itu menjabat sebagai kepala koloni penjajahan Inggris di Amerika.

BACA :  Penemu Rokok - Suku Maya dan Aztec

Teh masuk ke Inggris pada tahun 1670 dan menjadi minuman yang sangat penting kala itu. Puncaknya pada abad ke 19, Inggris menjadi konsumen teh terbesar di Eropa.

Kemudian pada tahun 1680 Marie de Rabutin-Chantal menjadi orang yang pertama mencampurkan susu dengan teh. Beberapa abad kemudian tepatnya pada tahun 1904, Richard Blechyden membuat es teh untuk pertama kali sebab kala itu para pembelinya menolak membeli teh panas di cuaca yang sangat panas.

Beberapa tahun kemudian, seorang pedagang teh bernama Thomas Sullivan mengemas teh dengan kemasan sutera. Inilah awal dari ditemukannya kantong teh. Teh dalam kemasan kemudian menjadi terkenal saat Tetley yang merupakan distributor teh mulai membagikan teh dalam kemasan di Inggris.

Saat ini teh sudah menjadi minuman yang terkenal dan banyak di konsumsi diseluruh belahan dunia. Jenis teh pun semakin banyak dan memiliki khasiat serta manfaat yang bermacam-macam.

BERBAGI